Khong Guan Peduli Berbagi untuk Sesama, Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT
CSR

Khong Guan Peduli Berbagi untuk Sesama, Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Khong Guan Group melalui program Khong Guan Peduli menyalurkan bantuan berupa produk makanan kepada masyarakat terdampak gempa NTT di sejumlah titik di Ende, Maumere, dan Ruteng sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.

Nusa Tenggara Timur, 23 Agustus 2026 — Khong Guan Group melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, Khong Guan Peduli, menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi berkekuatan M7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan disalurkan secara langsung di sejumlah titik di wilayah Ende, Maumere, hingga Ruteng, Flores, untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana. Bantuan yang disalurkan berupa makanan ringan yang antara lain mencakup Malkist Crackers, Lemonia, Shortcake, Gabin, J-Bistar, hingga Top Wafer yang diberikan melalui sejumlah Gereja dan komunitas setempat agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan di wilayah Ende diawali dengan kunjungan ke Rumah Bina PSE Keuskupan Agung Ende. Bantuan diterima oleh RD Geovani Seso, Pr., atau yang akrab disapa Romo Ivan. Romo Ivan menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah Ende masih menghadapi trauma pascabencana. Menurutnya, solidaritas yang muncul di tengah situasi tersebut menjadi pengingat bahwa dampak bencana bukan hanya dirasakan oleh mereka yang berada di lokasi terdampak, tetapi juga menggerakkan kepedulian dari masyarakat dan berbagai pihak di luar wilayah tersebut. “Bencana selalu melahirkan solidaritas. Dengan adanya bantuan dari Khong Guan Group, kami merasa bahwa bencana ini ternyata bukan hanya penderitaan kami, tetapi juga menjadi penderitaan kita bersama. Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan rasa solidaritas dari Khong Guan Group. Saya selalu berpikir bahwa sebuah berkat dapat kita dapatkan dalam hidup ketika kita berbagi. Ketika Khong Guan Group berbagi, itu menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Romo Ivan. Penyaluran bantuan dilanjutkan ke Gereja Santo Yosef Onekore, Ende. Bantuan diterima oleh Herlina Timugale selaku JPIC SVD bersama Epika Karawayu yang turut mendampingi masyarakat terdampak, khususnya dalam memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak dan lansia. Herlina menjelaskan bahwa kondisi masyarakat di wilayah tersebut masih berada dalam tahap pemulihan. Selain kebutuhan pangan seperti beras dan air bersih, pendampingan psikososial juga menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat pascagempa. “Kota ini masih dalam tahap pemulihan pascabencana secara perlahan, jadi kondisinya belum stabil dan kami masih tetap waspada. Segala hal yang berkaitan dengan donasi kami fokuskan di Onekore, yang kemudian kami distribusikan ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh pemerintah. Bantuan yang paling dibutuhkan saat ini salah satunya adalah sembako, terutama beras dan persediaan air. Selain itu, untuk pemulihan mental kami juga menyediakan pendampingan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan lansia,” ujar Herlina. Sementara itu, Epika Karawayu menyoroti kondisi anak-anak yang masih mengalami trauma akibat gempa. Berbagai aktivitas sederhana dilakukan untuk membantu anak-anak agar merasa lebih tenang dan perlahan memulihkan rasa aman mereka setelah bencana. Tim Khong Guan Peduli melanjutkan perjalanan menuju Maumere. Salah satu titik penyaluran berada di Seminari Maria Bunda Segala Bangsa, lembaga pendidikan calon biarawan yang menyelenggarakan pendidikan bagi para peserta didik jenjang SMP dan SMA. Di lokasi tersebut, tim Khong Guan Peduli juga berinteraksi dengan para peserta didik yang turut merasakan dampak gempa. Salah seorang peserta didik Bernama Agung menceritakan pengalamannya saat gempa terjadi, ketika ia bersama teman-temannya berlari menuju tempat terbuka untuk menyelamatkan diri dan berusaha menghubungi keluarganya. “Saat gempa itu terjadi kami berlari, bertabrakan, dan berlari ke tempat terbuka, ke lapangan. Setelah itu saya meminta HP milik Pater untuk menghubungi orang tua saya. Saat saya mengabari orang tua, keluarga dan tetangga sedang dalam perjalanan menuju gunung karena air laut sudah cukup dekat dengan rumah,” tuturnya. Selain wilayah Ende dan Maumere, bantuan Khong Guan Peduli juga disalurkan ke wilayah Ruteng melalui Pusat Pastoral (PusPas) Keuskupan Ruteng. Bantuan diterima oleh RD. Benediktus Gaguk, selaku Direktur Lembaga Karitas Keuskupan Ruteng. Penyaluran bantuan di Ruteng juga dilakukan melalui Paroki St. Fransiskus Asisi Karot, yang diterima oleh Pater Rio Edison, OFM. Penyaluran ke beberapa titik ini merupakan bagian dari upaya Khong Guan Group untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Flores. Selain kebutuhan pangan dan dukungan psikososial, gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas dan beribadah. Salah satunya adalah Gereja St. Maria Magdalena Nangahure yang mengalami kerusakan cukup parah pada bagian bangunan akibat guncangan gempa. Pastor Paroki St. Maria Magdalena Nangahure, P. Wilhelmus Lae, CP atau biasa disapa Romo Willliam, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada sejumlah bagian gereja, termasuk plafon yang sebagian besar runtuh serta keretakan pada beberapa titik bangunan. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat di sekitar gereja dalam menjalankan kegiatan sehari-hari dan keagamaan. Melalui program Khong Guan Peduli, Khong Guan Group berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam situasi darurat dan masa pemulihan pascabencana. Yovita Ayu Larasati, Public Relations Khong Guan Group, mengatakan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari upaya Khong Guan Group untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan dukungan dalam situasi bencana. “Bagi kami, kepedulian bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang hadir dan berbagi dengan masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Melalui Khong Guan Peduli, kami berharap apa yang kami berikan dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat terdampak gempa sekaligus menjadi bentuk solidaritas dari Khong Guan Group untuk saudara-saudara kita di NTT. Semoga masyarakat dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas dengan penuh harapan,” ujar Yovita.